Tips Triks Merawat Aquarium

zebra

Kesenangan Terhadap Ikan

Sejarah beternak, membesarkan dan memelihara ikan hias yang bernilai baik dan juga ikan untuk dikonsumsi adalah sangat panjang.

Lebih dari 4.000 tahun yang lalu, orang-orang membudidayakan ikan, di kolam pada awalnya, tetapi kemudian di tangki buatan manusia atau akuarium. Hari ini, memelihara ikan di rumah Anda menjadi sangat mudah.

Sebagai contoh ikan yang di pelihara, dapat ditemukan di antara orang-orang Mesir dan Roma. Mesir akan selektif untuk mengembang biakan ikan dengan karakteristik tertentu dan untuk keindahan ikan itu sendiri.

Di Kuburan Mesir, seringkali bisa ditemukan contoh ikan, sering dikaitkan dengan benda keramat. Nanti ada contoh Roma memelihara dan menjual ikan air tawar sebagai makanan.

Di Yunani, Aristotle adalah yang pertama belajar secara formal tentang ikan dan mengklasifikasikannya dalam beberapa jenis. Dia menemukan 115 jenis ikan, sementara sekarang para ilmuwan telah mengklasifikasikan bahwa ada lebih dari 20.000 spesies ikan.

Ikan jenis Goldfish adalah ikan hias akuarium yang sangat popular pada hari ini. Mereka sebenarnya di ternakan di Cina sejak 1.000 tahun yang lalu, dan dipelihara untuk nilai hias mereka. Pada akhir abad ke-17, goldfish telah merambahke Inggris dan pada pertengahan abad ke-19 juga merambah ke Amerika.

Baik di Inggris dan Amerika, mereka dapat dilihat di danau dan kolam hias di seluruh negara. Pada 1853, aquarium ikan hias untuk umum terbesar di dunia yang pertama di buka untuk umum di Regents Park London . Segera setelah ide umum aquariums untuk umum tersebar di Eropa dan Perancis, dan Jerman, kemudian mereka membuka aquarium juga.

Namun, karena kurangnya pengetahuan tentang penyaringan, menambahkan udara ke dalam air dan pengendalian suhu air, sebagian besar ikan mati. Segera, Namun, orang-orang di aquariums telah belajar dari kesalahan mereka dan dengan teknologi baru, mereka sukses mengatur aquarium yang lebih besar.

Pada tahun 1856, P.T. Barnum of Barnum & Bailey fame, membuka aquarium umum pertama di Amerika Serikat. Setelah 50 tahun daya tarik pada aquarium kemudian meningkat dan popularitas aquariums juga meningkat.

Hari ini dengan kemajuan system penyaringan, sistem pompa, tangki dan makanan ikan, sekarang cukup mudah untuk menjaga aquarium sendiri di rumah. Anda dapat memilih antara aquarium air asin atau aquarium air tawar.

Secara umum, aquarium air asin memerlukan perawatan lebih seksama, karena ada lebih banyak faktor yang terlibat untuk menjaga lingkungannya agar bisa stabil.

Kelebihan dari akuarium air asin adalah anda dapat memiliki banyak jenis ikan yang lebih beragam, walaupun biasanya biayanya agak sedikit lebih mahal dari ikan air tawar. Seberapa besar aquarium yang Anda inginkan tergantung seberapa besar jumlah uang yang Anda habiskan.

Jika Anda menyukai pemandangan aquarium, tetapi tidak dapat atau tidak ingin membersihkannya sendiri, ada banyak layanan pembersih aquarium pada saat ini yang akan akan datang ke rumah Anda, membersihkan aquarium Anda dan melakukan perawatan apa yang dibutuhkan. Hal ini sangat bermanfaat dengan Aquarium air laut.

Manusia telah memiliki kesenangan yang cukup lama pada ikan. Apakah itu ikan yang dipelihara di kolam atau di aquarium, orang-orang telah mengambil ikan untuk dijadikan makanan, kepuasan atau keduanya. Dengan kemajuan teknologi, sekarang lebih mudah untuk memelihara ikan daripada 20 tahun yang lalu.

Jika Anda berpikir tentang memiliki aquarium, lakukan penelitian dan lihat betapa mudahnya memiliki wonderland air sendiri di ruang keluarga Anda.
Bukan hal yang sulit untuk menghadirkan keindahan kehidupan air di rumah. Baik itu berasal dari lingkungan air tawar, maupun dari lingkungan laut, dengan memelihara ikan hias.

Yang diperlukan adalah sebuah bak kaca dan beberapa alat pendukung kehidupan mahluk air tersebut, sedikit pengetahuan dasar tentang kimia air, sedikit informasi mengenai perilaku penghuni, dan sedikit sentuhan seni.

Satu hal yang perlu diingat bahwa keberhasilan memelihara ikan hias tergantung pada keberhasilan “memelihara” airnya. Apabila kita berhasil “memelihara” airnya maka ikan dan penghuni akuarium lainnya otomatis akan dapat memelihara dirinya sendiri.

Adakalanya kita akan menyadari, bahwa menjadi seorang penyuka ikan cantik ini, mau tidak mau, secara otomatis akan sekaligus pula menjadi seorang orang “ahli” kimia, fisika, biologi dan matematika.

Spesies Ikan Hias tertentu bisa hidup dalam waktu yang sangat lama bila dirawat dengan baik. Oleh karena itu, anda harus memiliki komitmen jangka panjang sebelum mulai memeliharanya.


Berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan sebelum mulai memelihara ikan hias:

1. Cari informasi sebanyak mungkin sebelum membeli ikan. Perhatikan faktor-faktor berikut:

* Seberapa besar ikan tersebut bila dewasa dan apakah Anda mempunyai akuarium yang cukup besar untuk mengakomodasi ukuran tubuh ikan setelah dewasa.
* Cari tahu mengenai suhu air, rentang pH dan sebagainya
* Jenis makanan ikan
* Temperamen spesies ikan hias. Apakah spesies tertentu cocok untuk disatukan dengan jenis ikan yang sudah Anda miliki atau ingin Anda pelihara di masa mendatang.
* Apakah spesies yang akan Anda pelihara mampu berkembang biak dengan cepat? Apakah anda memiliki peralatan pada saat ikan berkembang biak?
* Apakah ikan yang akan dibeli rentan terhadap penyakit tertentu?

2. Belilah akuarium sebesar mungkin sesuai dengan anggaran dan ruang yang Anda miliki. Akuarium yang besar menyebabkan air dalam akuarium lebih stabil. Sebagai contoh, bila pemanas suhu rusak, dan toko-toko Jual Ikan sudah tutup, suhu air akan lebih stabil dalam akuarium yang besar.

3. Pelajari tentang siklus nitrogen dalam akuarium

4. Pelajari peralatan akuarium

5. Belilah buku-buku tentang ikan hias.

6. Sediakan banyak tempat bersembunyi bagi ikan. Tempat bersembunyi akan menjadi tempat pengungsian ikan dan akan menurunkan level stress ikan.

7. Beli test kit air akuarium untuk memonitor siklus nitrogen akuarium. Anda dapat membeli test kit untuk menguji kadar amonia, nitrit, nitrat dan pH. Anda juga harus menguji air ledeng bila menggunakan air PAM.

8. Jangan meletakkan akuarium di dekat jendela. Cahaya matahari yang memasuki akuarium akan menyebabkan ledakan ganggang hijau. Sinar matahari langsung juga akan menyebabkan suhu air dalam akuarium meningkat.

9. Jangan mengikuti aturan 1inci ikan per 1 galon air. Aturan yang lebih baik adalah 1 inci ikan per 2-3 galon air.

10. Lakukan deklorinasi air ledeng sebelum dimasukkan ke dalam akuarium

11. Beli filter akuarium yang memiliki beberapa cartridge, sehingga anda bisa mengganti salah satu bila sudah kotor.

12. Jangan membilas filter dengan air ledeng. Gunakan air dalam akuarium yang sudah Anda saring saat mengganti air ikan hias. Klorin dan kloramin dalam air ledeng akan membunuh bakteri penghilang nitrit dan nitrat dalam filter.



BUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR

Kalau sudah cinta dan hobi, biasanya orang bisa berjam-berjam duduk didepan wadah tembus pandang atau di kolam pekarangan hanya untuk memperhatikan keindahan dan warna-warni serta goyang lenggak-lenggoknya.  Untuk mendapatkannya bahkan rela merogoh kocek jutaan sampai ratusan juta rupiah.  Binatang yang dimaksud adalah ikan hias air tawar.

Bisnis ikan hias memang memiliki prospek bisnis menggiurkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit keterampilan membudidayakannya anda dijamin dapat potensial income dari bisnis ini. Pasarnya pun terbilang cukup mudah, terutama di kota – kota besar seperti : Tangerang, Serang dan Cilegon, serta beberapa kota besar lain di Jabodetabek.
Alasan yang dipilih mengapa ikan hias sebagai sumber penghasilan ? karena usaha budidaya ikan hias tidak membutuhkan lahan yang luas, memerlukan modal yang kecil dan dapat dilakukan oleh setiap anggota keluarga juga waktu yang relatif singkat. Jenis-jenis ikan tersebut antara lain jenis siklid, platis, lemon, cupang, black ghost, manvis, palmas, guppy, diskus, oscar dan masih banyak lagi lainnya dengan tingkat pembudidayaan secara tradisonal, semi intensif ataupun secara intensif dengan sarana dan prasarana yang beragam.
Untuk mendapatkan hasil budidaya ikan hias yang baik dapat dilakukan dengan selalu menjaga kualitas dan kuantitasnya.  Dalam menjaga kualitas dan kuantitas tidak terlepas dari cara budidaya ikan hias yang dilakukan.  Oleh karena itu dalam kegiatan budidaya ikan hias perlu diperhatikan beberapa hal  yaitu :

Wadah pemeliharaan

Budidaya ikan hias dapat menggunakan wadah dari berbagai jenis selama tidak bocor. Wadah budidaya yang sering digunakan untuk ikan hias adalah akuarium, kolam bak semen, kolam terpal/plastik, bak fiber glass dengan ukuran yang beragam.  Selain itu juga dapat dimanfaatkan barang-barang bekas yang tidak bocor dan dapat ditambal dengan ukuran dan diameter yang beragam ukurannya.  Wadah budidaya ikan sistem airnya ada yang mengalir dan ada yang tergenang.  Wadah pembudidayaan ikan hias ini terdiri dari wadah perawatan induk, pemijahan, penetasan telur, pendederan, pembesaran dan penampungan hasil.  Tetapi wadah yang digunakan tergantung dari jenis ikan dan yang utama adalah tergantung dari luas lahan dan modal yang dimiliki.

Lingkungan hidup ikan hias air tawar

Ikan hias mempunyai kemampuan hidup pada lingkungan yang beragam.  Lingkungan hidup ikan yang sangat mempengaruhi adalah air, suhu, derajat keasaman (PH), kesadahan air, kandungan oksigen terlarut dan kecerahan.  Untuk membudidayakan ikan hias haruslah sesuai dengan kondisi lingkungan air disekitar kita.  Lingkungan air yang ideal bagi ikan hias rata-rata adalah untuk suhu air 24 – 300C, PH 6-7, oksigen terlarut > 3 ppm dan kecerahan air 30 – 60 cm.
Sumber air untuk budidaya ikan hias antara lain berasal dari air tanah, air sungai dan air PAM.  Jenis-jenis air tersebut harus diendapkan dahulu minimal 12-24 jam sebelum dipakai agar kandungan oksigen terlarutnya cukup dan gas-gas yang lain hilang.
Untuk membuat PH yang sesuai dengan kehidupan ikan hias dapat dilakukan dengan memberikan kapur pertanian atau kapur bordo dengan dosis secukupnya bila terlalu asam/basa.
Kesadahan air menunjukkan kandungan mineral seperti kalsium, magnesium dan seng.    Tingginya kesadahan sangat dipengaruhi oleh kondisi sekitar seperti jenis tanaman sekitar sumber air dan mikroorgnisme.   Kesadahan atau kekerasan air  yang ideal untuk budidaya ikan hias air tawar berkisar antara 70 – 100 HD
Kandungan nitrit dalam usaha budidaya ikan berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, lumut, tanaman mati yang terdekomposisi dalam siklus nitrogen. Kandungan nitrit berpengaruh terhadap kesehatan yang berakibat pada pertumbuhan dan perkembangan ikan

Pakan

Pakan untuk ikan hias yang diberikan biasanya adalah pakan alami dan pakan buatan.  Jenis pakan alami yang biasa diberikan yaitu infusoria, kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, artemia, serangga, kodok, ikan hidup/mati. Sedangkan pakan buatan adalah pakan yang bahan dasarnya juga berasal dari pakan alami.  Pakan buatan umumnya berbentuk pellet yang kadar proteinnya dapat diatur sesuai kebutuhan pertumbuhan ikan.

Pemilihan Calon Indukan

Dalam pemijahan ikan hias diperlukan indukan ikan jantan dan betina. Induk yang akan digunakan harus mencukupi umur untuk dipijahkan dan sudah matang gonad (kelamin).  Untuk mengetahui tingkat kematangan gonad pada ikan hias dapat dilihat dari cirinya.  Ciri induk matang gonad untuk induk betina antara lain perut gendut ke arah genital dan  bila diraba terasa lembek serta halus, genital menonjol (membuka) dan bila diurut akan keluar beberapa telur.  Sedangkan induk jantan yang matang gonad dicirikan bila diurut kearah genital akan mengeluarkan cairan sperma.  Ikan hias akan mengalami matang gonad dan dapat dipijahkan pada umur 4 – 12 bulan tergantung jenis ikannya. Calon indukan kondisi badannya harus sehat, tidak terjangkit penyakit dan berasal dari keturunan (gen) yang baik dan bagus. Untuk  mendapatkan  calon indukan adalah dengan jalan membeli, diperoleh dari antar pembudidaya ikan hias, dari hobiis atau menghasilkannya sendiri.

Pemijahan

Pemijahan ikan untuk proses pembuahan telurnya ada yang berlangsung secara internal dan eksternal.  Ikan hias ada yang bertelur dan ada yang beranak.  Perlakuan proses pemijahan berbeda tergantung jenis ikannya.  Oleh karena itu harus disiapkan media, bahan, alat yang diperlukan dalam proses pemijahan.  Tidak semua ikan hias dapat melakukan pemijahan secara alami. Untuk membudidayakan ikan hias yang tidak bisa memijah secara alami dapat dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon perangsang (induced spawning) agar bisa memijah baik secara alami atau melalui pengurutan (stripping).  Perlu diketahui untuk membudidayakan ikan hias sebaiknya hindari pemijahan satu keturunan (inbreeding).

Penetasan Telur

Telur akan menetas tergantung dari jenis ikannya.  Biasanya telur akan menetas setelah 24 jam menjadi larva.  Penetasan (inkubasi) telur dapat dilakukan di akuarium,kolam permanen, corong dan happa.  Dalam proses penetasan ada yang dilakukan dengan cara diangkat induk secara keseluruhan  atau ada yang induknya ditinggal salah satunya.  Proses penetasan telur ada yang memerlukan aerasi dan ada yang tidak.

Perawatan Larva hingga Pembesaran

Telur yang sudah menjadi larva akan mulai berenang kesana-kemari.  Larva ikan dapat ditempatkan dalam akuarium, hapa, kolam bak, bak plastik, fiber glass dan kolam tanah serta wadah lainnya.
Selama mulai menetas sampai umur ± seminggu larva tidak perlu diberi makan karena masih membawa cadangan makanan berupa kuning telur (yolksack).  Setelah seminggu sudah mulai diberikan makanan berupa infusoria, kutu air atau artemia, cacing sutera atau jenis makanan lainnya baik dari pakan alami atau buatan yang ukurannya lebih kecil dari mulut larva.  Setelah ikan berukuran benih dan mulai besar pakan yang diberikan berupa kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, serangga, kodok, ikan hidup/mati atau pellet.  Pemberian pakan yang umum dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.
Kepadatan penebaran benih ikan harus disesuaikan dengan luasan media budidaya, jangan terlalu padat atau terlalu jarang.  Bila terlalu padat menyebabkan pertumbuhan ikan lambat dan jika jarang tidak efisien penggunaan media budidaya (pemborosan).
Air yang menjadi tempat benih ikan hidup, akan mengalami penurunan kualitas yaitu air menjadi kotor akibat sisa makanan dan kotoran ikan.  Oleh karena itu diperlukan pembersihan air (penyiponan).  Caranya dengan membuka pipa pembuangan atau menyedotnya.  Air yang dibuang tidak semuanya, maksimal ¾ bagiannya.  Setelah itu diisi kembali dengan air yang sudah diendapkan sebelumnya jangan air baru. Makanya para pembudidaya harus memiliki tendon air agar dapat melakukan penyiponan kapan saja.  Frekuensi penyiponan air semakin sering semakin baik dan paling lambat sekali seminggu.
Ikan-ikan yang terawat akan mengalami pertumbuhan.  Pertumbuhan dan perkembanga ikan biasanya tidak seragam.  Ada yang besar lebih dahulu, normal dan ada yang bantet (kontet).  Untuk itu perlu dilakukan penyortiran dan pedederan ikan.  Ikan-ikan yang berukuran seragam dikelompokkan berdasarkan ukuran agar pertumbuhannya seragam.  Setelah dilakukan pendederan ini perlu dilakukan pendederan selanjutnya.  Antara anakan jantan dan betina harus disortir dan dipisahkan untuk menghindari pemijahan dini he….supaya pertuumbuhan ikan normal dan untuk menyiapkan calon indukan.
Lama proses pemeliharaan ikan hias sampai ikan siap jual tergantung  pada jenis ikannya.  Pada umur 1-2 bulan biasanya ikan sudah berukuran 1-2 inci. Jadi dapat diukur pertumbuhan ikan dan kapan ikan itu bisa dijual tergantung pada  jenis dan ukurannya. Ikan hias bisa dipasarkan kapan saja tergantung dari kebutuhan pembudidayanya.

Hama dan Penyakit

Pada budidaya ikan hias, pembudidaya ada kalanya menghadapi hama dan penyakit.  Hama yang perlu ditanggulangi adalah ular, burung, katak, larva capung, keong dan yang paling penting adalah manusia. Penyakit  yang menyerang ikan hias adalah penyakit yang disebabkan oleh bukan parasit (non parasiter) dan penyakit yang timbul karena serangan parasit.
Penyakit yang berasal dari non-parasiter biasanya bersumber dari faktor lingkungan dan terutama adalah makanan.  Makanan yang tidak dibersihkan akan mengundang berbagai macam penyakit.  Oleh karena itu makanan yang diberikan sebelumnya harus dicuci dulu agar bersih baru diberikan. Pemberian pakan yang berlebihan dan tidak sesuai akan mengakibatkan adanya gejala kekurangan oksigen dan keracunan.  Lingkungan yang lainnya adalah adanya perubahan temperatur, PH dan kesadahan yng tidak sesuai ambang batas normal.   Perubahan temperatur biasanya terjadi pada saat musim pancaroba.  Pada  saat inilah cupang banyak terserang penyakit.  Oleh karena itu harus selalu mengontrol keadaan air.
Penyakit parasiter disebabkan karena adanya serangan parasit pada badan ikan, insang, lendir maupun dalam tubuh ikan itu sendiri.  Parasit ini dapat berupa protozoa, cacing, udang renik, jamur, bakteri dan virus

Pemasaran

Permintaan ikan hias masih banyak pangsa pasarnya baik untuk pangsa pasar lokal dan ekspor.  Untuk memasarkan ikan hias ini para pembudidaya bisa langsung menjual sendiri ke konsumen atau menggunakan jasa pengepul (pengumpul) yang biasanya sudah mempunyai jaringan yang luas dan ada juga pembeli yang langsung datang ke pembudidaya. Ada juga yang menawarkan ke agen-agen (supplier) atau berdagang keliling.  Untuk memaksimalkan pemasaran hasil budidaya ikan hias, para pembudidaya harus bisa membuka jaringan yang luas agar bisa mendapatkan konsumen tetap.  Cara lainnya adalah dengan melakukan usaha budidaya ikan hias dengan sistem plasma. Selain itu juga dengan membentuk kelompok/asosiasi yang saling menguntungkan antara sesama anggotanya.
Pembudidaya juga harus mempunyai pengepul tetap yang selalu siap menampung hasil usaha.  Yang tak kalah penting adalah para pembudidaya harus aktif mencari konsumen secara langsung baik melalui hubungan langsung ataupun melalui media komunikasi seperti telepon dan internet.  Konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah sangat penting dilakukan untuk mencari terobosan dalam bidang pemasaran.
Budidaya  ikan hias air tawar merupakan suatu komoditi yang dapat dikembangkan sebagai sumber mata pencaharian karena modal yang diperlukan kecil, dapat memanfaatkan lahan yang sangat terbatas dan waktu yang relatif singkat serta cara budidaya yang mudah.  Sekarang yang sangat diperlukan adalah pembinaan dari pemerintah atau instansi terkait lainnya untuk mengembangkan potensi budidaya ikan hias diwilayah masing-masing untuk mengangkatnya sebagai komoditi unggulan juga lapangan kerja untuk mengatasi pengangguran.
Kabupaten dan Kota Tangerang telah banyak yang membudidayakan ikan hias air tawar dan mempunyai penghasilan yang tinggi.  Mudah-mudahan kota-kota besar lainnya di Provinsi Baten dapat meanfaatkan peluang ini baik untuk pangsa pasar lokal maupun ekspor.


Ikan koi:

Merupakan ikan mas yang telah dibesarkan oleh orang Jepang untuk waktu yang cukup lama, dan dibesarkan di Jepang khusus untuk warna mereka.

Mereka dikenal sebagai ikan jinak. Ikan koi merupakan hobi yang hebat. Mereka ikan yang cukup senang bermain dan suka bersembunyi di berbagai hal dalam kolam Anda apakah antara tanaman atau “nongkrong” di pompa.

Ini dianggap berharga dan bisa hidup lama; mereka bukan ikan mas, tetapi spesies yang berbeda dari ikan mas, dan ditemukan hampir di Cina dan Jepang di setiap taman di mana ada kolam. Mereka dianggap merupakan satu dari beberapa jenis ikan hias yang paling indah di dunia.

Mereka juga lebih santai untuk Anda lihat dan nikmati apakah pada saat Anda menyadarinya atau tidak, dan merupakan bagian dari budaya Cina kuno, dan adalah merupakan konsep dari Yin dan Yang berasal. Ikan Koi merupakan ikan hias yang tumbuh untuk suatu alasan.


Taman-taman di Jepang dan Cina sering ditemukan biasanya kurang kehidupan; jalan, kolam, batu, batu, jembatan, paviliun, batu.  Ada juga beberapa tanaman tentu saja, tapi tidak sebanyak di taman Barat. Ikan koi dianggap merupakan ikan hias yang paling indah di dunia. Diyakini berasal di Persia, mereka lebih erat hubungannya dengan Cina.

Ikan koi sekarang berkembang di Candaba bukan hanya karena keindahan estetis, tapi juga karena potensi besar sebagai penghasil dolar, dan omnivora dan tidak terlalu pilih-pilih jenis makanan koi dan kadang-kadang mereka bahkan menikmati sedikit daun selada atau sayuran.

Ikan koi merupakan omnivora, mereka makan berbagai makanan baik itu hewan atau tumbuhan. Kebanyakan makanan koi yang diproduksi dan tersedia di pasar pada hari ini mengandung gizi yang seimbang untuk menjaga koi anda sehat dan bahagia. Mereka dibesarkan di Jepang khusus untuk warna mereka.

Sebuah contoh hadiah dapat mencapai kisaran $ 100,000. Ikan hias ini dibesarkan untuk suatu alasan. Perkembangbiakan dari mereka menjadi yang pertama populer di kalangan petani padi di Jepang. Mereka biasanya dianggap hulu berenang melawan arus, melambangkan kekuatan dan individualisme. Ikan koi sebenarnya merupakan ikan yang umum.

Mereka benar-benar permata hidup di kolam taman Anda dan benar-benar membuat kolam taman Anda menjadi hidup. Ikan koi dianggap berharga dan hidup lama; mereka bukan ikan mas, Ada beberapa jenis koi yang berbeda.

Memelihara ikan Maskoki atau ikan Koki

Jika Anda tertarik untuk memelihara ikan maskoki atau ikan koki, secara prinsip sama dengan pemeliharaan ikan hias lainnya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah dengan memelihara kualitas air. Sebab, ikan ini memiliki karakter yg khas yaitu sangat rentan terhadap kadar ammonia terlarut didalam air. Jika tidak hati-hati, ikan ini bisa gampang mati.

Untuk mengatasi masalah kadar ammonia tersebut, hal yang dapat dilakukan ada dua hal, yaitu menetralisirnya, atau mengganti airnya. Menetralisir kadar ammonia bisa dilakukan dengan menggunakan biofiltrasi atau dengan menumbuhkan lumut air, yang akan menyerap zat-zat yang dapat meracuni ikan koki.


Berikut beberapa tips dalam memelihara ikan koki :

1. Biofiltrasi

Kunci dari teknik ini adalah penggunaan media filtrasinya. Salah satu media terbaik adalah menggunakan matt sintetis buatan Jepang, yang saat ini banyak dijumpai di toko-toko ikan hias. Media ini akan melakukan penyaringan kotoran-kotoran ikan koki dan memperangkapnya, yang kemudian akan menstimulasi pertumbuhan bakteri-bakter nitrobacter di dalamnya.

Aerasi yang dijalankan harus cukup banyak dan saat biofilter tersebut telah ter-cycled, maka environment akuarium/ kolam ikan tersebut sudah menjadi stabil.

Jika Anda malas menguras air ikan, metode ini tentunya sangat cocok, karena tidak memerlukan pengurasan air sama sekali. Namun demikian kelemahan yg ada adalah bahwa dengan air tidak pernah diganti, menyebabkan zat-zat atau mineral yang diperlukan ikan, yang bisa didapatkan dari air baru tidak tersedia, sehingga dapat menyebabkan warna ikan menjadi kurang cerah. Teknik ini bisa diimbangi dengan penggantian air parsial secara rutin.

2. Air Hijau/ greenwater method

Teknik ini umumnya dipakai di farm ikan koki dimanapun, termasuk metode paling primitif, karena membiarkan ikan air tawar didalam kolam sampai airnya hijau akibat pertumbuhan lumut. Ingat, lumut yang tumbuh adalah lumut air, bukan lumut dinding kolam. Biasanya di farm, setelah air menjadi hijau, maka air akan diganti total dengan air baru.

Metode ini dapat dikembangkan dengan berusaha secara konsisten menjaga tingkat kehijauan air, dengan cara pada saat air hendak diganti, disimpan 1 ember air lama untuk nantinya dicampurkan dengan air baru.

Dengan demikian diharapkan pertumbuhan lumut dapat terjadi lagi segera setelah kolam baru dikuras. Keuntungan lain dari metode ini adalah dengan memaintain air hijau, sehingga warna ikan menjadi lebih cerah, karena ikan memakan lumut yg berada di air tersebut.

Metode ini sangat baik untuk kesehatan ikan, namun tidak favorit di kalangan penggemar, karena dengan air hijau tersebut, ikan koki yg berada didalamnya tidak dapat dilihat.

3. Mekanikal filtering

Merupakan teknik menyaring kotoran padat yang ada di kolam atau akuarium, sehingga air selalu terlihat jernih. Ini tidak menyaring kotoran terlarut didalam air, tetapi kadar ammonia tinggi dapat menyebabkan ikan koki sakit atau mati. Ini harus dibarengi dengan penggantian air secara rutin, penggantian 2 persen setiap hari dan dibarengi dengan pencucian media filter.

4. Mengganti air

Karena kadar ammonia di air disebabkan oleh kotoran ikan koki, maka teknik yang bisa dipakai adalah membuang kotoran ikan tersebut dengan di-siphon, serta dilakukan penggantian air secara rutin. Dengan melakukan siphon dan penggantian air 80% sebanyak 2 kali sehari, ternyata berjalan dengan baik sekali dan pertumbuhan ikan didalamnya relatif lebih baik.

Komponen Hewan Pelengkap Aquarium


Crayfish/ Lobster: berasal dari Australia dan mereka termasuk invertebrata air tawar. Kebanyakan orang memanggil mereka ‘lobster biru’ atau ‘yabby’

Ada banyak jenis udang laut. Mahluk yang indah ini tahan lama dan dapat hidup hingga lima tahun.

Crayfish/ lobster adalah banyak dicari sebagai hewan peliharaan akuarium karena mempunyai jenis warna yang indah dan warna cerah.



Bagaimana Anda memilih Lobster yang sehat?

Anda harus menghindari toko di mana mereka menyimpan semua lobster dalam tangki yang terlalu penuh dengan sedikit air. Crayfish / Lobster ini ini cenderung menjadi stres dan akhirnya mati dalam kondisi yang mengenaskan. Mencari crayfish/ lobster yang hidup dan penuh energi. Anda juga harus memastikan bahwa mereka memiliki anggota badan yang lengkap.

Anda dapat menguji dengan menurunkan tangan ke tangki. Ketika crayfish/ lobster  yang sehat merasakan bau tangan Anda, reaksi alami mereka adalah bergerak mundur dan menaikan kedua penyapitnya dalam posisi bertahan. Jika crayfish / lobster hanya diam saja dan masih tidak menanggapi  ketika Anda sentuh, Anda dapat yakin bahwa itu tidak sehat.

Penyepit mereka digunakan untuk menangkap mangsa dan melindungi dirinya. Kadang-kadang Anda mungkin melihat bahwa beberapa crayfish / lobster memiliki penyepit yang lebih kecil dibandingkan sebagian besar crayfish / lobster lainnya di dalam tangki, atau mungkin mereka punya penyepit tapi ukurannya berbeda. Hal ini dapat dilihat bahwa penyepit yang kecil adalah anggota badan yang baru yang sedang berkembang dan akan mengganti lama.

Sedikit sangat susah untuk menangkap crayfish / lobster. Anda harus mendekatinya dari belakang dan terus akhir nya pegang punggungnya dengan kedua ibu jari Anda dan jari telunjuk

Crayfish/ Lobster adalah tidak sama seperti beberapa jenis ikan. Mereka bersifat teritorial, sehingga Anda tidak boleh menyimpannya di tangki yang sangat besar. Jadi seberapa besar tangki yang seharusnya ? baiklah, sekitar 2 kaki atau 1 kaki sudah cukup untuk membuat lobster nyaman.

Crayfish/ Lobster suka bersembunyi dalam ruang. Anda dapat menempatkan obyek-obyek dalam tangki. Objek seperti pipa PVC atau batu akan dapat menyediakan banyak tempat-tempat persembunyian yang baik.

Untuk sirkulasi udara, filter gelembung juga sudah cukup baik. Dan perlu di ingat bahwa Crayfish/ Lobster tidak perlu cahaya yang kuat dan mereka tidak terlalu merasa nyaman jika berada di air acidic.

Ketika berbicara tentang makanannya, maka ini adalah yang paling mudah! Crayfish/ lobster memakan apa saja yang mereka dapat temukan. Bisa kotoran, sisa makanan yang tidak di inginkan dan makanan ikan, pellet yang tenggelam atau hanya beberapa udang kecil.

Apapun, ini semua berlaku untuk mahluk yang ini. Crayfish/ lobster berburu di malam hari, jadi matikan lampu akuarium sebelum Anda member makan mereka.

Crayfish/  Lobster cenderung akan semakin tumbuh dengan keluar dari kulitnya yang lama. Mereka akan mendorong diri dari kulitnya yang lama  melalui ruang yang hanya ada di belakang punggungnya  dimana nantinya akan terbuka.

Ketika mereka membuka kulit mereka, mereka akan dibalut hanya dengan jaringan lunak. Jaringan lunak ini akan mengeras menjadi kulit baru setelah beberapa hari. Dan biasanya, Crayfish/ lobster  akan memakan kulit yang lamanya.

Kepiting tawar


Mereka bisa menjadi hewan peliharaan yang sangat menghibur, serta pemulung besar yang dapat membantu untuk membersihkan sisa makanan yang tidak termakan yang ada di akuarium Anda.

Kepiting akan makan dari bahan organik yang mati dan sekarat, seperti sisa-sisa makanan dan tanaman yang mati di akuarium.

Beberapa orang hanya ingin kepiting tetap berada di akuarium karena penampilan mereka yang unik dan cara mereka berinteraksi dengan penghuni akuarium lainnya.

Pada artikel ini saya akan menerangkan beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan ketika Anda menjaga kepiting Anda sendiri dalam akuarium Anda.

Kepiting hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran dan kepiting tertentu cocok untuk jenis akuarium tertentu. Pastikan Anda melakukan banyak penelitian ketika memilih kepiting yang tepat untuk akuarium Anda.

Beberapa kepiting sebenarnya dapat menyerang dan makan beberapa ikan kecil yang ada di akuarium, jadi pastikan Anda mengerjakan pekerjaan rumah Anda sebelum Anda membuat kesalahan yang lebih mahal.

Selama Anda memilih ikan dan spesies kepiting Anda dengan bijaksana Anda seharusnya tidak memiliki masalah sama sekali ketika Anda menyatukan mereka bersama-sama.

Kepiting juga kadang-kadang ahli kabur, jadi pastikan bahwa Anda menyediakan tempat akuarium yang aman sehingga Anda tidak akan melihat kepiting berlarian di sekitar rumah!

Setelah Anda memilih kepiting yang tepat untuk akuarium Anda, Anda harus memulai proses acclimation dimana saya akan membahas lebih detail di sini.

Untuk proses ini anda akan memerlukan peralatan seperti berikut; jaring, wadah plastik, ember bersih kosong, seember air yang sama dengan kondisi dan suhu air dalam akuarium, dan sebuah termometer. Juga lampu di ruangan harus diredupkan, dan pencahayaan akuarium dimatikan semuanya.

1. Buka tas dengan lembut dan tempatkan invertebrata ke dalam ember yang kosong dengan air dari wadah pengiriman.

2. Tambahkan secangkir air akuarium ke dalam ember.

3. Ulangi langkah 2 selama 45 menit pada interval 5 menit.

4. Hati-hati memindahkan invertebrate tersebut dari ember dan menempatkan mereka ke dalam akuarium. Pastikan untuk menempatkan hewan peliharaan baru di dekat tempat-tempat persembunyian di akuarium.

5. Buang air dari ember penempatan

6. Isi di semua tempat kosong dalam akuarium dengan air yang telah dikondisikan oleh Anda.

7. Jauhkan akuarium dari pencahayaan dan lampu remang-remang paling sedikit 12 jam.

Setelah Anda menyesuaikan diri kepiting baru ke akuarium, Anda dapat mulai menikmati semua yang mereka tawarkan untuk akuarium dinamis Anda.

Kebanyakan kepiting umumnya mudah untuk diaga dan pemeliharaannya gampang. Kepiting dapat memiliki sesuatu yang luar biasa sepanjang Anda tahu cara benar merawat mereka.

Ikan Patin

LANGKAH PEMBUATAN AKUARIUM

Dewasa ini membuat akuarium sendiri bukan merupakan hal sulit. Berbagai
jenis kaca dan bahan transparansi lain, peralatan pemotong kaca dan lem
perekat kaca mudah diperoleh di toko-toko penyedia perangkat keras
seperti toko besi.

Buatlah sebuah akuarium yang seusai dengan ruangan anda. Bentuk dan
layout sebaiknya disesuaikan dengan interior rumah anda. Jangan sampai
akuarium hadir sebagai benda yang kaku dan terasing di ruang anda.

Apabila ada menggarap akuarium sendiri, dirumah, hindarilah kehadiran
anak kecil karena anda bermain dengan benda yang tajam, dan berbagai
perlalatan lain yang tidak sesuai untuk anak-anak.
Berikut adalah garis besar langkah-langkah pembuatan sebuah akuarium:

Potong lembaran kaca sesuai dengan keingingan. Gosok tepi-tepi potongan
kaca tersebut dengan batu asahan atau gurinda untuk menghaluskan
pinggiran kaca yang tajam

Untuk memudahkan pengerjaan; potongan kaca disusun seperti pada gambar
diatas. Selanjutnya permukaan kaca tersebut, terutama bidang permukaan
yang akan direkat dibersihkan dari berbagai kotoran dengan larutan
pembersih seperti acetone.

Mulailah menempelkan lem kaca (lem silicon) pada bidang pertemuan
potongan kaca.

Untuk akuarium berukuran besar, lem kaca sebaiknya diberi ganjal berupa
lempeng silikon atau bahan pejal lainnya. Hal ini dimaksudkan agar lem
tidak tergencet oleh berat kaca yang akan direkatkan.
Ganjal akan
memungkingkan jarak antar kaca terjaga sedemikian rupa sehingga lem kaca
akan tetap berfungsi sebagai peredam pemuaian dan pengerutan kaca bila
mengalami perubahan suhu.
Bila lem sudah terpasang dengan baik, kaca bagian sisi kecil bisa mulai
dipasang..

Kedua sisi lainnya selanjutnya bisa dipasang.
Apabila diperhatikan, penyusunan kaca untuk akuarium memerlukan
keakuratan tinggi dalam menentukan ukuran potongan kaca yang akan
digunakan. Selain ketebalan kaca itu sendiri, maka ketebalan lem juga
harus diperhitungkan.

Tukang kaca biasanya sudah paham apabila kita memesan potongan kaca
untuk akuarium, tapi tidak ada salahnya anda membuat ukuran sendiri
seakurat mungkin sebelum memesannya. Kesalahan yang terjadi setelah kaca
dipotong bisa menyebabkan frustasi, terutama apabila hal tersebut
disadari setelah sampai di rumah..

Setelah semua kaca menempel, jaga posisi mereka dengan menggunakan “plak
band”. Biarkan dalam kondisi demikian hingga lem mengering.
Bagian dalam sambungan antar kaca perlu dilapisi dengan lem, untuk
mencegah kemungkinan terjadinya kebocoran akibat perekatan yang tidak
sempurna sebelumnya.
Lakukan hal ini dengan hati-hati agar hasil
akhirnya rapi tetapi kuat…

Bila diperlukan, bagian dalam dan atas kaca bisa diperkuat dengan
potongan kaca sedemikian rupa. Kaca penguat ini bisa juga berfungsi
sebagai dekorasi.

Bravo! Anda sebentar lagi akan memliliki sebuah akuarium hasil karya
anda sendiri. Setelah seluruh lem mengering (24-48 jam), ujilah akuarium
anda untuk melihat ada tidaknya kebocoran. Apabila ditemukan kebocoran
segera lakukan koreksi.

Apabila segalanya baik, maka akuarium tersebut sudah siap digarap untuk
menghadirkan keindahan bawah air di rumah anda. Sebelumnya cuci dan
bilaslah terlebih dahulu dengan air bersih. Kalau perlu biarkan terisi
air selama 24 jam, sampai seluruh bau bahan perekat hilang dari akuarium
tersebut. Ujilah dengan seekor ikan mas kecil, apabila ikan tersebut
bertahan hidup maka akuarium tersebut sudah aman untuk diisi.


TIPS PERAWATAN AKUARIUM

Perawatan rutin akuarium tentu saja akan bervariasi, tergantung pada
sistem yang digunakan, penghuni yang diperlihara dll. Oleh karena itu,
perawatan harus selalu disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan
tersebut. Berikut hanyalah beberapa panduan umum dasar dalam perawatan
akuarium secara rutin.

Perawatan Harian

*
Beri makan ikan setidaknya 2 kali sehari, terutama apabila
ikan-ikan tersebut tergolong pada ikan yang memerlukan energi
tinggi. Sesuaikan pemberian pakan untuk ikan lain, dan invertebrata
*
Periksa kesehatan penghuni akuarium. Pindahkan dan rawat ikan yang
tampak sakit ke dalam akuarium karantina
*
Periksa apakah terdapat tanda-tanda ikan akan memijah, tempatkan
ikan tersebut pada tempat pemijahan yang sesuai. Apabila ditemukan
burayak pindahkan segera burayak tersebut ke tempat lain.
*
Periksa temperatur akuarium
*
Periksa kesehatan jenis-jenis ikan malam pada malam hari dan
berikan pakan ikan tersebut sesaat sebelum atau setelah lampu
dimatikan.
*
Matikan lampu akurium sesaat sebelum lampu ruangan dimatikan atau
sebelum cahaya alam menjadi gelap

Perawatan Mingguan

*
Puasakan ikan selama satu hari (jangan lakukan hal ini pada ikan
yang sedang/akan memijah atau pada burayak dan anak-anak ikan)
*
Periksa heater, termostat. Cermati apakah ada atau tidak tanda
kerusakan
*
Periksa pH, kesadahan, kadar garam (untuk akuarium laut), kadar
amonia dan nitrit. Lakukan koreksi apabila dijumpai parameter yang
menyimpang secara perlahan-lahan
*
Periksa cadangan pakan ikan, filter, dan peralatan lainnya

Perawatan Dua Mingguan

*
Matikan aerasi (jangan lakukan untuk akuarium laut)
*
Secara perlahan aduk permukan lapisan pasir/gravel pada akuarium anda
*
Bersihkan algae pada kaca
*
Biarkan kotoran dari kaca dan permukaan lapisan pasir yang
diganggu tadi mengendap
*
Siphon kotoran bersama dengan sekitar 25 persen air akuarium
*
Ganti air tersebut dengan air yang telah diendapkan sebelumnya,
usahakan agar pH, kesadahan, dan temperatur air tambahan ini sama
dengan air akuarium
*
Nyalakan kembali aerasi

Perawatan Tiga Mingguan atau Bulanan

*
Bersihkan media filter mekanik
*
Rendam dan bilas media filter biologi dengan menggunakan air
akuarium (Jangan cuci dengan bahan pembersih, direbus/disiram air
panas, atau menggunakan bahan kimia lain. Hal ini akan menyebabkan
bakteri filtrasi mati sehingga filter biologi menjadi tidak
berfungsi, sampai bakteri baru tumbuh kembali di media tersebut)
*
Apabila anda menggunakan filter under gravel, bebaskan sementara
pipa out let dari aerator atau head pump. Bersihkan bagian tersebut
*
Melalui pipa out let tersebut masukan pipa siphon dan cobalah
menyiphon kotoran (mulm) yang ada dibagian bawah filter under gravel.
*
Bersihkan batu aerasi
*
Periksa diafragma dan pompa aertaor
*
Bersihkan pipa input udara pada aerator
*
Periksa peralatan penerangan, terutama sambungan kabel,
terminal-terminal dll
*
Singkirkan bagian-bagian tanaman yang mati, dan lakukan
pemangkasan apabila diperlukan
*
Ganti tanaman yang tumbuh tidak subur.

—————-
Now playing: Tom Jones – 03 tom jones – green green grass of home


via FoxyTunes

About these ads
Comments
6 Responses to “Tips Triks Merawat Aquarium”
  1. Triyanto says:

    Hi,
    I have 2 KOKI fish and every day it turn it’s body to the top. Is it normal or they sick?
    Every 2 days I wash aquarium and change the water.
    What is medecine to recover thier body?
    Many thanks.

  2. Nancy says:

    ingin juga nih aquariumku ditambah kepiting.

Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] Tips Triks Merawat Aquarium August 2010 1 Like on WordPress.com, 4 […]



Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • RSS Ebay

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
  • Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 415 other followers

%d bloggers like this: